Dalam Islam, antara spiritual dan bisnis tidak boleh dipisahkan. Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna menyentuh segala aspek kehidupan, termasuk dalam berbisnis atau bekerja. Nilai-nilai spiritual harus menjadi ruh dari sebuah bisnis, agar bisnis itu tidak hanya menguntungkan satu pihak tetapi merugikan pihak lain. Begitu pula bisnis dapat dijadikan alat untuk melestarikan nilai-nilai spiritual. Anda tentu ingat masuknya agama Islam ke Indonesia karena dibawa dan disebarluaskan oleh para pebisnis muslim dari Gujarat.

Bersatunya nilai-nilai spiritual dan semangat berbisnis inilah yang saya sebut sebagai spiritual bisnis. Tidak berlebihan kiranya bila saya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah seorang tokoh spiritual bisnis, sebab beliau ahli ibadah yang juga pebisnis sukses. Begitu pula sepuluh orang sahabat Nabi yang dijamin masuk syurga sebagian besarnya adalah pebisnis yang kaya raya. Mereka melakukan spiritual bisnis untuk mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu kemuliaan di dunia (kaya raya) dan kebahagiaan di Akhirat (masuk syurga).

Berbisnis adalah jalan untuk meraih kekayaan. Namun tujuan berbisnis hendaknya bukan untuk kesenangan pribadi dan mengejar harta kekayaan semata. Spiritual bisnis menghendaki agar bisnis kita dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Dan yang terpenting adalah berbisnis secara professional dan tidak melanggar hal-hal yang diharamkan agama.

Salah seorang sahabat Nabi, Sa’ad bin Abi Waqqash pernah berdoa, “Ya Allah…sesungguhnya yang sedikit tidak mencukupiku, maka berikanlah kepadaku harta yang banyak yang akan memberi manfaat bagi diriku dan memeberi kemaslahatan bagi kaum muslimin.” Demikianlah sosok Sa’ad. Ia tidak serakah, tidak pula banyak menuntut. Do’a yang ia panjatkan mencerminkan bahwa ia adalah seorang yang mengerti tentang spiritual bisnis, sehingga hati nuraninya tidak rusak oleh harta dunia.

Islam sangat tidak simpatik pada seorang muslim yang malas berbisnis atau bekerja. Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. bahkan sangat menganjurkan ummat islam untuk berbisnis, bekerja, berinvestasi, berkarya dan berkreasi. Tujuannya agar ia bisa hidup secara mandiri dan tidak menjadi beban orang lain.

Tags: , , ,

2 Comments to “Menjadi Kaya dan Bahagia dengan Spiritual Bisnis”

  1. [...] Dalam perspektif spiritual bisnis, keberuntungan di dunia adalah mendapatkan kemuliaan, harta yang banyak, dan kedudukan yang terhormat. Sementara keberuntungan di akhirat adalah mendapat balasan (pahala) yang setimpal serta mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.  Silahkan baca artikel saya sebelumnya tentang kaya dan bahagia dengan spiritual bisnis. [...]

  2. Untuk referensi dalam Berbisnis dengan Niali Spiritual dapat dibaca buku saya ‘THE WISDOM OF BUSINESS”, diterbitkan Elex Media Komputindo. Semoga semakin memperkaya hati dan jiwa kita. Salam mulia

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>