Tidak ada seorangpun yang tidak ingin beruntung dalam kehidupannya. Sebenarnya, beruntung tidaknya seorang manusia itu sangat bergantung bagaimana dia mengelola hidupnya dan mensyukuri nikmat dari Allah.

Dalam perspektif spiritual bisnis, keberuntungan di dunia adalah mendapatkan kemuliaan, harta yang banyak, dan kedudukan yang terhormat. Sementara keberuntungan di akhirat adalah mendapat balasan (pahala) yang setimpal serta mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.  Silahkan baca artikel saya sebelumnya tentang kaya dan bahagia dengan spiritual bisnis.

Orang boleh saja menganggap kemiskinan adalah sebuah ketidakberuntungan, tapi bukankah banyak diantara Nabi dan orang-orang sholeh yang hidupnya dalam kemiskinan? Orang juga mengira bahwa kekayaan, kekuasaan dan jabatan tinggi adalah sebuah keberuntungan hidup, tapi bukankah banyak diantara orang-orang durhaka yang hidupnya melimpah kekayaan serta memilki kekuasaan yang tinggi? Tengok saja Fir’aun dan Qorun.

Fir’aun memaknai keberuntungan dengan makna yang materialistis. Dia mendorong tukang sihirnya untuk melawan Musa dan Harun, “Mereka berkata, Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama. Maka himpunlah daya sihir kamu sekalian kemudian datanglah dengan berbaris, dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini.” (QS. Thaha, ayat 63-63).

Maka, keberuntungan yang sesungguhnya adalah ketika manusia beriman kepada Allah dan mampu memelihara kesucian hati dan dirinya, seraya merealisasikan adab-adab islam dalam seluruh kehidupannya. Firman Allah: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan diri (dengan beriman) dan dia ingat nama Rabb-nya, lalu dia sholat.” (QS. Al A’la ayat 14-15)

Alangkah beruntungnya jika ada manusia yang mendapat nikmat dunia berupa kemuliaan, harta yang banyak dan kedudukan yang terhormat. Kemudian dia jadikan semua itu sebagai kendaraan untuk memperoleh keberuntungan akhirat, yakni pembalasan (pahala) yang setimpal dan keridhoan dari Allah SWT.

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>